1. Jika kita gunakan skala California Personality
Inventory, pemimpin yang bertipe kepribadian apakah yang lebih cocok untuk
memimpin perusahaan periklanan atau advertising ? Jelaskan
JAWABAN : Pemimpin yang lebih cocok memimpin perusahaan iklan adalah pemimpin yang bertipe kepribadian Innovator karena pemimpin yang inovator selalu senang dengan tantangan dan sesuatu yang baru. Perusahaan periklanan adalah jenis usaha yang memiliki karakter sangat dinamis sehingga membutuhkan orang-orang atau pengelola yang selain dinamis juga kreatif, berani, memiliki inisiatif yang tinggi, dan suka tantangan. Semua itu adalah karakter yang dimiliki oleh orang atau pemimpin yang bertipe kepribadian inovator.
JAWABAN : Pemimpin yang lebih cocok memimpin perusahaan iklan adalah pemimpin yang bertipe kepribadian Innovator karena pemimpin yang inovator selalu senang dengan tantangan dan sesuatu yang baru. Perusahaan periklanan adalah jenis usaha yang memiliki karakter sangat dinamis sehingga membutuhkan orang-orang atau pengelola yang selain dinamis juga kreatif, berani, memiliki inisiatif yang tinggi, dan suka tantangan. Semua itu adalah karakter yang dimiliki oleh orang atau pemimpin yang bertipe kepribadian inovator.
2.
Jelaskan minimal 3 komponen perilaku kepemimpinan
transformasional!
JAWABAN :
1.
Kharisma didefinisikan sebagai proses yang padanya seorang
pemimpin mempengaruhi bawahannya dengan menimbulkan emosi-emosi yang kuat dan
identifikasi dengan pemimpin tersebut. Karismatik menurut Yukl (1998) merupakan
kekuatan pemimpin yang besar untuk memotivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
Bawahan mempercayai pemimpin karena pemimpin dianggap mempunyai pandangan,
nilai dan tujuan yang dianggapnya benar. Oleh sebab itu pemimpin yang mempunyai
karisma lebih besar dapat lebih mudah mempengaruhi dan mengarahkan bawahan agar
bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemimpin. Selanjutnya
dikatakan kepemimpinan karismatik dapat memotivasi bawahan untuk mengeluarkan
upaya kerja ekstra karena mereka menyukai pemimpinnya.
2.
Stimulasi intelektual adalah sebuah proses yang padanya
seorang pemimpin meningkatkan kesadaran para pengikutnya terhadap suatu masalah
dan mendorong mereka untuk memandang masalah-masalah tersebut dari perspektif
yang baru. Menurut Yukl (1998; Deluga; 1998; Bycio, dkk, 1995) stimulasi
intelektual merupakan upaya bawahan terhadap persoalan-persoalan dan
mempengaruhi bawahan untuk melihat persoalan-persoalan tersebut melalui
perspektif baru, sedangkan oleh Seltzer and Bass (1990) dalam Tim Dosen Jurusan
Administrasi Pendidikan (2010) dijelaskan bahwa melalui stimulasi intelektual,
pemimpin merangsang kreativitas bawahan dan mendorong untuk menemukan
pendekatan-pendekatan baru terhadap masalah-masalah lama. Jadi, melalui
stimulasi intelektual, bawahan didorong untuk berpikir mengenai relevansi cara,
sistem nilai, kepercayaan, harapan dan didorong melakukan inovasi dalam
menyelesaikan persoalan melakukan inovasi dalam menyelesaikan persoalan dan berkreasi
untuk mengembangkan kemampuan diri serta disorong untuk menetapkan tujuan atau
sasaran yang menantang. Kontribusi intelektual dari seorang pemimpin pada
bawahan harus didasari sebagai suatu upaya untuk memunculkan kemampuan bawahan.
Hal itu dibuktikan dalam penelitian
MPDR5301/MODUL 1 1.31l Seltzer & Bass (1990)
dalam Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan (2010) bahwa aspek stimulasi
intelektual berkorlasi positif dengan extra effort. Maksudnya, pemimpin yang
dapat memberikan kontribusi intelektual senantiasa mendorong staf supaya mampu
mencurahkan upaya untuk perencanaan dan pemecahan masalah.
3.
Selanjutnya perhatian yang diindiviualisasi di antaranya
memberi dukungan, membesarkan hati, dan memberikan pengalaman-pengalaman baru
tentang pengembangan kepada para pengikut. Zalesnik (1977; dalam Bass, 1985)
mengatakan, bahwa pengaruh personal dan hubungan satu persatu antara
atasan-bawahan merupakan hal terpenting yang utama. Perhatian secara individual
tersebut dapat sebagai identifikasi awal terhadap para bawahan terutama bawahan
yang mempunyai potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Sedangkan monitoring
merupakan bentuk perhatian individual yang ditunjukkan melalui 9 tindakan
konsultasi, nasihat dan tuntutan yang diberikan oleh senior kepada yunior yang
belum berpengalaman bila dibandingkan dengan seniornya.
4.
Inspirasional, Perilaku pemimpin inspirational menurut Yukl
& Fleet dalam Bass (1985) dapat merangsang antusiame bawahan terhadap
tugas-tugas kelompok dan dapat mengatakan hal-hal yang dapat menumbuhkan
kepercayaan bawahan terhadap kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan mencapai
tujuan kelompok.
3.
Jelaskan peranan pemimpin dalam mengembangkan budaya
organisasi!
JAWABAN : Budaya organisasi dirasakan sebagai suatu yang harus tumbuh dalam
membentuk perilaku organisasi, perilaku individu didalamnya dan membentuk citra
organisasi pada masyarakat sebagai pemakai jasa atau produknya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran budaya organisasi yang
dikembangkan oleh pemimpin dan peranan pemimpin dalam mengembangkan budaya
organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan.Dalam penelitian ini digunakan
metode penelitian kualitatif. Perolehan data dilakukan dengan dua metode, yaitu
wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan pemimpin
dalam mengembangkan budaya organisasi terletak pada komunikasinya dan sebagai role modelling. Komunikasi yang ada di dalam perusahaan merupakan bagian penting yang
harus diperhatikan pemimpin, karena komunikasi merupakan alat bagi pemimpin
untuk menjalankan budaya yang diharapkan.Sebagai role modelling,
pimpinan perusahan cukup baik, karena setiap karyawan mempunyai perilaku dan
persepsi mengenai pimpinan sebagai panutan. Penulis menyarankan agar sebaiknya
kedisiplinan karyawan yang sudah terbangun dengan baik hendaknya selalu
dipelihara dengan jalan selalu mengadakan pemantauan dan tentunya dengan sanksi
apabila terjadi pelanggaran.
4.
Jelaskan minimal 4 (empat) sikap kepemimpinan
yang efektif!
JAWABAN :
1. Vision (Visi demi
ambisi besar)
Pemimpin
yang ingin sukses membutuhkan visi, agar arah dan tujuan perusahaan terlihat
jelas sekarang dan mendatang. Visi adalah ambisi besar yang ingin dicapai dan
melibatkan anggota perusahaan. Pemimpin yang efektif selalu berupaya menanamkan visi kepada karyawannya agar
pikiran dan tindakan selaras dan konsisten dengan tujuan perusahaan.
2. Transformational
(Perubahan demi kemajuan)
Kepemimpinan
yang membangun dan servant leadership ”pemimpin yang melayani” akan mengungkit
motivasi bawahannya. Pemikiran yang transformational menjadikan tim kerjanya
bergerak dan berubah lebih cepat demi meraih tujuan.
3. Balancing Between
Reward and Punishment (Keseimbangan dalam perlakuan)
Menciptakan
atmosfir kerja yang kondusif sangat penting, karena perusahaan terdiri dari
karyawan yang berbeda. Pemimpin yang melakukan tindakan benar dan tepat
terhadap karyawannya akan membuat suasana perusahaan lebih hidup dan bergairah.
4. Good Listener
(Pendengar yang baik)
Membangun
keseimbangan informasi sangat penting agar pemimpin dapat melakukan keputusan
dan tindakan yang benar tanpa merugikan
perusahaan dan karyawannya. Kepemimpinan yang hanya mendengar kepada satu pihak yang disukainya, dapat berkaibat
blunder. Keputusan yang keliru akan berdampak buruk bagi perusahaan di kemudian
hari.
5. Ada beberapa
kekuasaan yang bisa dimiliki seseorang di tempat kerja. Biasanya, kekuasaan
akan semakin bertambah, jika posisi kariernya semakin meningkat.
Kekuasaan-kekuasaan itu antara lain:
· Kekuasaan untuk membuat keputusan
· Kekuasaan untuk memberikan penghargaan
· Kekuasaan untuk memberikan sanksi
· Kekuasaan untuk memilih anggota tim
· Kekuasaan untuk mengatur lingkungan kerja agar selalu kondusif
Bagaimana menggunakan kekuasaan-kekuasaan tersebut, agar Anda menjadi seorang pemimpin yang efektif?
· Kekuasaan untuk membuat keputusan
· Kekuasaan untuk memberikan penghargaan
· Kekuasaan untuk memberikan sanksi
· Kekuasaan untuk memilih anggota tim
· Kekuasaan untuk mengatur lingkungan kerja agar selalu kondusif
Bagaimana menggunakan kekuasaan-kekuasaan tersebut, agar Anda menjadi seorang pemimpin yang efektif?
JAWABAN : saya
akan mengunakan kekuasaan yg sebaik mungkin dengan cara membuat keputusan yang bermanfaat bagi keuntungan
perusahaan, sekaligus demi kepentingan para karyawan dalam membuat keputusan
yg hal positif maupun negatif , dengan
adanya kekuasaan untuk memberikan penghargaan saya akan lebih objektif dalam
hal berinteraksi dengan mereka untuk mengenali potensi-potensi mereka dengan
memberikan penghargaan berupa gaji, promosi dll, dengan adanya sanksi saya akan lebih objektif
dalam memilihn sanksi yg benar untuk kesalahan mereka, dan mempertimbangkan
dengan baik dan memilih anggota tim yang pandai dalam mengetahui situasi agar
mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing karyawan, dengan adanya
target agar mencapai target yg
diinginkan Menjadi seorang bos tidak lah mudah untuk kekuasaan ini Tapi,harus
betul-betul menggunakan kekuasaan tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk
meminimalisir kerugian yang dapat dialami dan memperbesar keuntungan bagi tim Peran
komunikasi sangat penting. Dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni, maka saya dapat
menggunakan kekuasaan sebagai sebagai seorang bos dengan tepat.
0 Comments