MAKALAH HIV
KATA
PENGANTAR
Dengan
mengucapkan syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya makalah dengan
judul “ HIV/AIDS” ini dapat diselesaikan. Pembuatan makalah ini dimaksudkan
sebagai tugas Bahasa Indonesia saya . Maka dari pada itu, makalah ini akan
menjelaskan semua yang berhubungan dengan penyakit AIDS . Hal itu
bertujuan untuk memudahkan siswa-siswi untuk memahami salah satu penyakit HIV /
AIDS yang sangat berbahaya untuk tubuh manusia.
Dalam penyusunan makalah ini saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan baik dalam bentuk penyajian , kelengkapan isi, dan lain-lainnya. Untuk itu dengan senang hati kami akan menerima segala saran, kritik dari para pembaca guna memperbaikan makalah ini di kemudian hari.Pembuatan makalah ini diharapkan dapat berguna bagi para siswa yang ingin mempelajari tentang imunitas lebih dalam. Saya mengharapkan partisipasi dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi setiap orang yang membacanya.
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................... i
Kata Pengantar ......................................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 2
1.3 Tujuan................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................ 2
Bab II Pembahasan.................................................................................... 3
2.1 Sejarah HIV/AIDS ............................................................................. 3
2.2 Pengertian ............................................................................................ 3
2.3 Gejala HIV/AIDS ................................................................................ 5
2.4 Cara Penularan HIV/AIDS dan Tanda-tanda Terserang HIV/AIDS... 6
2.5 Penanggulangan dan Pencegahan Virus HIV/AIDS........................... 9
Bab III Kesimpulan dan Saran ................................................................ 11
3.1 Kesimpulan .......................................................................................... 11
3.2 Saran .................................................................................................... 11
Daftar Pustaka .......................................................................................... 12
Daftar Isi ................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 2
1.3 Tujuan................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................ 2
Bab II Pembahasan.................................................................................... 3
2.1 Sejarah HIV/AIDS ............................................................................. 3
2.2 Pengertian ............................................................................................ 3
2.3 Gejala HIV/AIDS ................................................................................ 5
2.4 Cara Penularan HIV/AIDS dan Tanda-tanda Terserang HIV/AIDS... 6
2.5 Penanggulangan dan Pencegahan Virus HIV/AIDS........................... 9
Bab III Kesimpulan dan Saran ................................................................ 11
3.1 Kesimpulan .......................................................................................... 11
3.2 Saran .................................................................................................... 11
Daftar Pustaka .......................................................................................... 12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tubuh
manusia tidak mungkin terhindar dari lingkungan yang mengandung mikroba
pathogen disekelilingnya. Mikroba tersebut dapat menimbulkan penyakit infeksi
pada manusia. Mikroba patogen yang ada bersifat poligenik dan kompleks. Oleh
karena itu respon imun tubuh manusia terhadap berbagai macam mikroba patogen
juga berbeda. Umumnya gambaran biologic spesifik mikroba menentukan mekanisme
imun mana yang berperan untuk proteksi. Begitu juga respon imun terhadap
bakteri khususnya bakteri ekstraseluler atau bakteri intraseluler mempunyai
karakteriskik tertentu pula.
Seperti
yang diketahui , AIDS adalah suatu penyakit yang belum ada obatnya dan
belum ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit ini
merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia baik
sekarang maupun waktu yang datang. Selain itu AIDS juga dapat menimbulkan
penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi mental. Mungkin kita sering
mendapat informasi melalui media cetak, elektronik, ataupun seminar-seminar,
tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap penyakit AIDS. Dari segi
fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara langsung karena gejalanya
baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi dari segi mental, orang yang
mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan merasakan penderitaan batin yang
berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa masalah AIDS adalah suatu masalah
besar dari kehidupan kita semua. Dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan
itulah kami sebagai pelajar, sebagai bagian dari anggota masyarakat dan sebagai
generasi penerus bangsa, merasa perlu memperhatikan hal tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari
makalah ini adalah:
1.
Apakah HIV/AIDS itu?
2.
Bagaimana penyebaran dan tanda-tanda terserang
HIV/AIDS tersebut?
3.
Bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS tersebut?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulis
mengangkat masalah AIDS dalam Makalah ini adalah:
1.
Untuk mengetahui HIV/AIDS tersebut.
2.
Agar mengerti tentang penyebaran dan
tanda-tanda terserang HIV/AIDS.
3.
Supaya memahami cara pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS tersebut.
4.
Memberi saran agar tidak terkena HIV/AIDS
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang ingin saya sampaikan adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca , utamanya bagi sesama pelajar dan generasi muda tentang AIDS, sehingga dengan demikian kita semua berusaha untuk menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa saja menyebabkan penyakit AIDS. Dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya dan akibat dari HIV/AIDS itu.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
SEJARAH HIV/AIDS
Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para
peneliti di Institut Pasteur Perancis pada tahun 1983 dan NIH yaitu sebuah
institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada tahun 1984. Meskipun tim
dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc Montagnie, yang
pertama kali mengumumkan penemuan ini di awal tahun 1983 namun penghargaan
untuk penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang berasal
dari Perancis maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau
lymphadenopathy associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert
Gallo menyebut virus ini HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virus type-3.
Kemudian Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan
nama human immunodeficiency virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai
sekarang makapara peneliti tersebut juga sepakat untuk menggunakan istilah HIV.
Sesuai dengan namanya, virus ini “memakan” imunitas tubuh.
Penyakit
AIDS telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu singkat terjadi
peningkatan jumlah penderita dan melanda semakin banyak negara. Dikatakan pula
bahwa epidemic yang terjadi tidak saja mengenal penyakit (AIDS), virus (HIV)
tetapi juga reaksi/dampak negative berbagai bidang seperti kesehatan, social,
ekonomi, politik, kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang
harus diharapi baik oleh negara maju maupun negara berkembang.
2.2
Pengertian
2.2.1 Virus HIV
HIV
(Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat
menyebabkan AIDS. HIV termasuk keluarga virus retro yaitu virus yang memasukan
materi genetiknya ke dalam sel tuan rumah ketika melakukan cara infeksi dengan
cara yang berbeda (retro), yaitu dari RNA menjadi DNA, yang kemudian menyatu
dalam DNA sel tuan rumah, membentuk pro virus dan kemudian melakukan replikasi.
Virus HIV ini dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang
bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada
akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat
ringan sekalipun.
Virus
HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV
baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih
sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka
ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya
adalah kita dapat meninggal dunia akibat terkena pilek biasa.
2.2.2
Penyakit AIDS
AIDS
(Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan dampak atau efek
dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat
berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem
kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang
banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika
kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS
dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang
mematikan. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan
manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
Ø Bahaya
AIDS
Orang
yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama
hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan
penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang
bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan
tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya
akan mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi
akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya
sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak
berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.
Secara
etiologi, HIV, yang dahulu disebut virus limfotrofik sel-T manusia tipe III
(HTLV-III) atau virus limfadenopati (LAV), adalah suatu retrovirus manusia
sitopatik dari famili lentivirus. Retrovirus mengubah asam ribonukleatnya (RNA)
menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke dalam sel pejamu. HIV-1
dan HIV-2 adalah lentivirus sitopatik, dengan HIV-1 menjadi penyebab utama AIDS
di seluruh dunia.
2.3
Gejala Virus HIV/AIDS
Geajala
penyakit HIV/AIDS tidak selalu muncul ketika terinfeksi AIDS, beberapa
orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga beberapa
minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh deman sakit kepala, kelelahan
dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV AIDS bias jadi salah
satu/lebih dari ini semua biasanya hilang dalam beberapa minggu .
Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orangnya. Kondisi ini dapat
berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini
,virus terus berkembang secara aktif menginfeksi dan memebunuh sel-sel
kekebalan tubuh . Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri,
virus, dan peyebab infeksi lainnya. Virus HIV menghancurkan sel-sel yang
berfungsi sebagai “pejuang” infeksi primer, yang disebut sebagai CD4 + atau sel
T4. Setelah system kekebalan melemah gejala HIV/AIDS akan muncul. Gejala
AIDS adalah tahap yang paling maju dalam infeksi HIV. Definisi AIDS termasuk
semua orang yang terinfeksi HIV yang memeiliki kurang 200 CD4 + sel per mikroliter
darah. Adapun tanda-tanda klinis
penderita AIDS :
1. Berat
badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare
kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam
berkepanjangan lebih dari1 bulan
4. Penurunan
kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
5. Dimensia/HIV
ensefalopati
2.4
Cara Penularan Virus HIV/AIDS dan
Tanda-tanda Terserang HIV/AIDS
Virus
HIV terdapat dalam darah, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua yang berupa
cara tubuh yang bersal dari tubuh penderita HIV dapat dipastikan infeksius dan
sangat berpotensial untuk menularkan virus ini pada orang lain, termasuk ketika
seseorang penderita HIV positif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.
Dan bukan tidak mungkin jika pasangan seksual itu juga terjangkit penyakit
HIV/AIDS apalagi tidak menggunakan kondom. Baik penderita pria maupun wanita
sangat beresiko menularkan virus HIV ini ketika pasangan melakukan hubungan
badan, yakni melalu cairan sperma(laki-laki) dan melalu darah menstruasi pada
vagina(perempuan). Selain itu HIV juga ditularkan melalui jarum suntik yang
digunakan bersamaan dengan penderita HIV dengan yang bukan
penderita(kemungkinan besar akan terinfeksi). Dan juga virus HIV bias
ditularkan oleh seorang ibu yang positif menderita HIV/AIDS ketika ia hamil dan
memberi ASI untuk anakanya.
HIV tidak ditularkan atau
disebarkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan,
bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum,
gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama
atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap
HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni
keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau
AIDS.
Lebih dari 80% infeksi HIV
diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi
penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 %
terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV
tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang
tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang
dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita
AIDS :
1.
Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1
bulan
2.
Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1
bulan
3.
Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4.
Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan
neurologis
5.
Dimensia/HIV ensefalopati
Gejala minor :
1. Batuk
menetap lebih dari 1 bulan
2. Dermatitis
generalisata yang gatal
3. Adanya
Herpes zoster multisegmental dan berulang
4. Infeksi
jamur berulang pada alat kelamin wanita
HIV dan AIDS dapat
menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular
HIV penyebab AIDS, yaitu :
1. Orang
yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan
kondom
2. Pengguna
narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
3. Pasangan
seksual pengguna narkoba suntik
4. Bayi
yang ibunya positif HIV
HIV dapat menular ke orang
lain melalui :
·
Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang
tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang
yang telah terinfeksi HIV.
·
Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril
dan dipakai bergantian
·
Mendapatkan transfusi darah yang mengandung
virus HIV
·
Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya
ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui
air susu ibu (ASI)
Tanda dan Gejala
Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya
tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam
selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus
HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap
sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga
jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat
kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang
merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Adapun tanda dan gejala
yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini
:
1. Saluran
pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri
dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang
diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
2. Saluran
Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti
hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada
rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
3. Berat
badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu
kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada
sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi
termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem
pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang
bertenaga.
4. System
Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan
kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan
dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral)
akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek
tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
5. System
Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air
(herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit
kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami
infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak
(kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
6. Saluran
kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur
pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran
kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih
banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS
wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai
istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak
teratur (abnormal).
2.5
Penanggulangan /Pencegahan Virus
HIV/AIDS
Beberapa hal yang bisa
dilakukan agar semakin sedikit orang yang terkena , yaitu dengan:
-
Menghindari Free Sex sebisa
mungkin
-
Usahakan hanya melakukan hunungan seksual
dengan 1 pasangan
-
Memberikan vaksinanasi jika ibu hamil
positif HIV agar bayi kemungkinan kecil terkena HIV
-
Tidak mendonorkan darah jika sudah terkena
HIV.
a.
Cara
pencegahan:
1. Hindarkan
hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan
seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
2. Pergunakan
kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual.
3. Ibu
yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan
hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
4. Kelompok
resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah.
5. Penggunaan
jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya.
Adapun usaha-usaha yang
dapat dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah penularan AIDS yaitu,
misalnya : memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada seluruh
masyarakat tentang segala sesuatau yang berkaitan dengan AIDS, yaitu melalui
seminar-seminar terbuka, melalui penyebaran brosur atau poster-poster yang
berhubungan dengan AIDS, ataupun melalui iklan diberbagai media massa baik
media cetak maupun media elektronik.penyuluhan atau informasi tersebut
dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, kepada semua lapisan
masyarakat, agar seluarh masyarakat dapat mengetahui bahaya AIDS, sehingga
berusaha menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus
AIDS.
b.
Pengobatan
Penyakit AIDS:
Kendatipun dari berbagai
negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat
ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat
menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan
pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki
daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui
terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulannya
adalah bahwa kita harus waspada terhadap virus HIV/AIDS. Makalah di atas juga
menjelaskan pengertian, sejarah, cara penularan , gejala-gejal dan
pencegahannya. Adapun kesimpulan
yang dapat penulis simpulkan mengenai makalah ini adalah:
1. HIV
(Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia,
yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acguired Immuno–Deviensi
Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit dari luar.
2. Tanda
dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan
umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami
demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak
virus HIV tersebut.
3. Hingga
saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang
dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS yang ada
hanyalah pencegahannya saja.
3.2
Saran
Menurut
saya sebaiknya anda sebagai pembaca janganlah sampai terkena virus HIV yang
menyebabkan penyakit AIDS, karena penyakit ini sungguh berbahaya. Sebaiknya
jangan melakukan hubungan seks jika anda belum menikah dan jika mau
melakukannya sebaiknya ada memakai pelindung seperti kondom. Jangan juga
sering-sering berganti pasangan karena itu meningkat resiko terkena HIV/AIDS.
0 Comments