BOOK
REVIEW
SI BEJAT YANG AHLI SURGA
BY:AS’AD MUHAMMAD
A.PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah,Tuhan semesta alam.tuhan yang
telah menganugrahkan iman dan islam kepada kita semua.Shalawat dan slam semoga
senantiasa tercurah kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad saw.sebagai
teladan hidup,beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.Ada banyak jalan untuk memperoleh
pemahaman tentang ilmu agama,salah satunya yaitu melalui kisah-kisah umat
terdahulu.Melalui kisah-kisah tersebut kita dapat memperoleh pelajaran dan
pemahaman tentang tauhid,tobat,sabar,tawakal,serta pelajaran-pelajaran
keislaman yang lain.
B.BIOGRAFI
As’ad Muhammad adalah nama pena dari As’ad syamsul
arifin.Pria yang telah hafiz al-qur’an ini,lahir di madiun tahun 1985.Memperdalam agama di PP al-Mujaddadiyyah
Demangan kota Demangan kota madiun 1999-2003,Madrasah Huffadz1 PP al-Munawwir
krapyak Yogyakarta 2003,Ma’had aly al-munawwir 2004-2011.Pendidikan
keagamaannya ia perdalaman di UN sunan kalijaga Fakultas Syariah jurusan
perbandingan Madzhab dan hukum,kemudian ia dilanjutkan pendidikannya di
pascasarjana UIN sunan kalijaga jurusan hukum islam.Saat ini menjalani amanah
sebagai ketua umum dan pengajar di PP al-Munawwir krapyak yogyakarta dan telah
menulis beberapa buku.
C.ISI
SEORANG
WANITA YANG DILILIT API DI DALAM KUBUR
Diceritakan oleh sebagian ulama salaf,bahwasannya dahulu ada seorang
pemuda yang telah menguburkan saudara perempuan yang baru saja meninggal.karena
tersibukkan dengan penggalian kubur dan meletakkan mayat saudaranya di
dalamnya,pemuda tersebut tidak menyadari bahwasannya kantong uang yang ia bawa
terjatu di dalam liang lahat.Pemuda tersebut tidak menyadari bahwasannya
kantong uangnya terjatuh sampai ia sudah
berada di rumah.Setelah tersadar bahwa kantong uangnya raib dari saku
bajunya,pemuda tersebut kaget lalu mencari-cari di mana kantong uangnya
tersebut jatuh.Setelah mondar-mandir mencari kantong uangnya dan tidak
menemukannya,tiba-tiba muncul pada pikirannya jangan-jangan kantong uangnya
terjatuh ketika ia sedang mengubarkan saudara perempuannya.Setelah mencari-cari
lagi kemana-mana pemuda tersebut menjadi sangat yakin bahwa kantong uangnya
memang benar-benar terjatuh di liang kuburan.Setelah berfikir sebentar,ia
segera mengalami cangkul dan menuju ke kuburan saudaranya.Setelah sampai di
kuburan,ia langsung menggali lagi kuburan saudaranya yang baru saja ia
timbun.Belum sampai pada dasar kubur,tiba-tiba ia melihat api yang menjilat
jilat mayat saudara wanitanya tersebut.Melihat hal itu dengan perasaan yang
kacau dan sangat sedih sekali,ia segera menguruhkan niatnya lalu menimbulkan
kembali tanah ke kubur saudaranya tesebut.
Dengan perasaan sangat sedih dan menangis,pemuda
tersebut berlari pulang ke rumahnya lalu segera menemui ibunya lalu
berkata”Wahai ibu,apa yang telah di lakukan oleh saudariku ketika masih
hidup?”sang ibu kaget mendengar pertanyaan anak laki-lakinya tersebut lalu
bertanya”Apa yang membuatnya bertanya demikian wahai anakku?”.pemuda tersebut
sambil menangis menjawab,”wahai ibu ku,aku melihat saudariku dililit api di
dalam kuburannya”.Mendengar jawaban dari anaknya,sang ibu semakin sedih dan
menangis sejadi-jadinya,setelah cukup tenang ibu tersebut menjawab;”Wahai
anakku,dahulu sewaktu masih hidup,saudara perempuanmu sering kali
menggampangkan dalam permasalahan shalat,ia sering mengakhirkan pelaksanaan
shalat bahkan hingga habis waktunya”(Irsyad al-ibad)
“sesungguhnya
shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman”(Qs.an-Nisa ayat 103)
D.PENDAPAT
REVIEW
Menurut
saya buku ini sangat menarik untuk di baca dan dari kisah-kisah di buku ini
kita dapat memperoleh pelajaran –pelajaran keislaman
E.PENUTUP
Saya telah menyelesaikan untuk mereview buku
ini.yang menceritakan tentang kisah kehidupan yang dapat memperluas wawasan
keagamaan kita.pada akhirnya wawasan keagamaan tersebut dapat memperkokoh ilmu
agama kita yang manfaatnya tidak hanya dapat kita nikmati sendiri,tetapi juga
dapat kita bagikan kepada orang lain.Mudah-mudahan kehadiran book review ini
menjadi sarana yang dapat menambah keimanan dan ketakwan kita kepada Allah swt.
0 Comments